Follow us on Twitter
Buya Sabe, Kisah Balida dan Benang Sutra
Penilaian User: / 2
TerburukTerbaik 
Selasa, 20 Juli 2010 17:12

Kota Donggala, Sulawesi Tengah menyajikan banyak tawaran pelesiran. Salah satunya menonton para penenun Buya Sabe,atau sarung Donggala. Lalu, menikmati pasir putih Tanjung Karang dan menyicipi Kaledo, makanan khasnya. Hari ini, perjalanan akan kita mulai dari desa para penenun Buya.

Pagi baru merekah, masih tersisa langit yang memerah saga di ufuk timur. Rasanya nyaman menikmati terik mentari sepanjang bibir laut Teluk Palu menuju Donggala.

Bila Anda belum pernah mendengar namanya, bolehlah membaca buku Tenggelamnya Kapal Van der Wijck milik Buya Hamka, ulama dan budayawan kesohor di masanya. Atau bacalah Tetralogi Pulau Buru milik sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Di kedua buku itu, nama Donggala disebut sebagai tempat singgah para pelaut Nusantara dan Mancanegara. Ya Donggala identik dengan pelabuhan lautnya.

Kota tua ini pernah menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda. Pelabuhannya dijadikan Belanda menjadi pelabuhan niaga dan penumpang. Tidak heran masih banyak bangunan tua tersisa di kota ini.

Dari Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah perjalanan menuju Donggala bisa ditempuh tidak lebih dari satu jam. Jaraknya hanya 40 kilometer. Pilihan kendaraannya terserah kita.

Jika ada wisatawan yang mau datang dari Jakarta, bisa dengan pesawat Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air atau Merpati selama dua jam. Lalu transit di Makassar atau Balikpapan, dan 55 menit kemudian akan tiba di Bandara Mutiara Palu. Diteruskan lagi dengan menumpang mobil kijang dari Bandara Mutiara Palu dengan tarif Rp100 ribu hingga Rp150 ribu dengan lama perjalanan antara 30 menit hingga 45 menit.

Lalu hendak ke mana kita di sana? Tenang saja, tawarannya, mau ke pantai pasir putih Tanjung Karang dulu atau menonton para penenun di Banawa Tengah atau Banawa Selatan atau menikmati makanan khas Kaledo?

Rasa-rasanya kita boleh memulai perjalanan dari Banawa Tengah. Jaraknya hanya 2 kilometer arah barat Kota Donggala. Di sana kita akan menyaksikan tangan lincah para remaja dan orang tua memainkan balida di alat tenun tradisional pembuat Buya Sabe.

Buya Sabe
Dari jauh bunyi hentakan balida yang bertemu dengan pasak alat tenun tradisional sudah terdengar bunyinya. Itu tandanya kita sudah dekat dengan Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Donggala. Balida itu, sebuah kayu panjang yang menjadi pemberat di tengah lipatan kain tenun saat penenun memasukkan benang-benang. Biasanya terbuat dari kayu ulin atau ebony.

Selama ini orang hanya mengenal kain tenun Songket dari Palembang atau Ulos dari Sumatera Utara. Padahal, di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pun ada sarung tenun yang sangat terkenal. Namanya Buya Sabe, yang bahan bakunya benang sutra.

Salah satu pusat Buya Sabe berada di Desa Limboro. Di sana tak kurang 100 penenun setiap hari bekerja. Yang menarik, tidak cuma para perempuan paruh baya berusia 50 – 60 tahun yang menjadi penenun, tapi juga pada gadis remaja berusia 12-20 tahun. Itulah yang menyebabkan tradisi tenun Buya Sabe ini terus terlestarikan. Ia tidak lekang dimakan zaman.

Biasanya mereka bekerja sejak pukul 09.00 – 12.00. Lalu diteruskan lagi pukul 13.00 – 17.00. Ada pula yang menenun di malam hari mulai pukul 19.00 – 22.00.

Bagi ibu rumah tangga, mereka menyelesaikan dulu urusan masak-memasak dan mengatur rumah. lalu kemudian menenun. Sementara bagi gadis remaja, ada yang pergi ke sekolah, ada pula yang membantu orang tuanya.

Untuk setiap satu helai Buya Sabe mereka dibayar Rp 150 ribu. Meski tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mereka tetap tekun menenun dan tentu saja melestarikan tradisi.

Rata-rata masyarakat Limboro adalah petani, tapi ada pula satu dua yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karenanya, bertani dan menenun tentu saja adalah sumber mata pencaharian mereka yang utama.

Pembuatan tenun Buya Sabe ini, hampir sama dengan pembuatan tenun-tenun yang ada di daerah lain. Baik dari proses pewarnaan benang hingga penenunan.

Coraknya beragam. Antara lain, kain palekat garusu, buya bomba, buya sabe, kombinasi bomba dan sabe. Dari sekian corak tersebut, buya bomba yang paling sulit, hingga membutuhkan waktu pengerjaan satu hingga dua bulan. Berbeda dengan corak lainnya yang hanya membutuhkan waktu satu hingga dua minggu saja.

“Untuk Buya Bomba, kami mengerjakannya dengan sangat hati-hati. Karena corak yang akan dihasilkan sangat banyak. Biasanya pembuatannya sampai dua minggu atau sebulan. Biasa ada yang bilang corak bunga mawar,” kata Habona, perempuan penenun di Limboro yang berusia 56 tahun.

Kalsum, seorang gadis remaja berusia 21 tahun, juga berkata senada. “Susah juga awalnya, setelah terbiasa kita jadi menikmatinya,” aku Kalsum yang belajar menenun dari ibunya.

Tenun Buya Sabe bisa ditemukan di sepanjang Limboro, Salu Bomba, Tosale, Towale dan Kolakola. Desa-desa itu berada di sebelah barat Kota Donggala.

Selain pewarisan turun temurun, tenun Buya Sabe juga dilindungi dengan Peraturan Daerah oleh Pemerintah Kabupaten Donggala. Bahkan di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, setiap Sabtu, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) diwajibkan memakai batik yang terbuat dari Buya Sabe.

“Perda itu untuk menjaga agar tenun Donggala itu bisa lestari dan tidak diduplikasi oleh pihak lain,’’ kata Habir Ponulele, Bupati Donggala.

Harganya tergantung coraknya. Harga termurah mencapai Rp 300 ribu dan paling mahal seharga Rp 650 ribu.

Nah, sudah puaskan menonton para penenun di Limboro, hari ini?! Besok, kita akan menuju Tanjung Karang. Jaraknya dari Limboro tinggal 3 kilometer. (jafar g bua/jgbua@yahoo.com)

 

Statistik Tamu

008329
Hari IniHari Ini12
KemarinKemarin47
Minggu IniMinggu Ini393
Bulan IniBulan Ini1466
TotalTotal8329
Statistik created: 2010-09-10T03:07:10+07:00
US
UNITED STATES
US
Tamu Login 0
Tamu 11
Tamu Terdaftar 36
Mendaftar Hari Ini 0

This page uses the IP-to-Country Database provided by WebHosting.Info (http://www.webhosting.info), available from http://ip-to-country.webhosting.info

Kilas Hari Ini

KOTA PALU DIGUNCANG DUA KALI GEMPA 4,7 SKALA RICHTER, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

  PALU. (08/09/2010) - Kota Palu Sulawesi Tengah, Rabu dinihari diguncang dua kali gempa yang cukup mengagetkan warga.  


CEKCOK, SUAMI TEGA HABISI ISTRI

PALU, (7/9)  Seorang warga Desa Bulubete, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi tega menghabisi nyawa istrinya  sekitar pukul 20:30, Minggu (5/9). Usai menghabisi nyawa istrinya sang suami mencoba  [ ... ]


WNA ASAL AFGANISTAN KEMBALI DIPERIKSA DI KANTOR IMIGRAN

PALU,(06/10)- Pihak Rumah Dutensi Imigrasi (Rudensi) Kota Palu Sulteng, terus melakukan pemeriksaan kepada Empat orang Warga Negara Asing (WNA) asal Afganistan ini, yang ditangkap oleh Petugas Pengama [ ... ]


ANTARA - Olahraga
Berita Olahraga Terkini dari ANTARA News
  • Gyan Lupakan Kegagalan Penalti, Fokus di Sunderland
    Penyerang Ghana Asamoah Gyan mengaku telah melupakan kekecewaan penalti dia yang gagal pada Piala Dunia saat dia mempersiapkan diri untuk melakukan debutnya bagi Sunderland di liga utama Inggris.
  • Force India Bangga Pada GP Pertama India
    Tim dan para pembalap Formula Satu India Kamis menyambut baik kesempatan pertama negara itu untuk menyelenggarakan Grand Prix, menyebutnya sebagai dukungan atas kemajuan India belakangan ini.
  • Cavendish Rebut Etape Ke-12 Tur Spanyol
    Mark Cavendish menjadi pembalap sepeda Inggris kedua yang memenangi etape dalam tiga kejuaraan utama saat dia melakukan sprint untuk merebut kemenangan dalam Tur Spanyol, Kamis.

Pelesir

Buya Sabe, Kisah Balida dan Benang Sutra

article thumbnail

Kota Donggala, Sulawesi Tengah menyajikan banyak tawaran pelesiran. Salah satunya menonton para penenun Buya Sabe,atau sarung Donggala. Lalu, menikmati pasir putih Tanjung Karang dan menyicipi Kaledo, [ ... ]


MENYESAP SEJUKNYA UDARA, MENYICIPI LEZATKAN BEKO

article thumbnail

Taman Nasional Lore Lindu memang menawan. Tak Cuma menawarkan keindahan alamnya, tapi juga membawa kita mengembara ke zaman batu dan juga nikmatnya kuliner tradisional. Ini pilihan tujuan berakhir pek [ ... ]


LABIA DANGE, KULINER SAGU BERAROMA DURIAN

article thumbnail

ANDA tahu labia? Bisa jadi, iya. Bisa jadi pula, tidak. Nah, itu adalah sebutan masyarakat Parigi, Sulawesi Tengah untuk sagu. Mereka memakai dialek sub etnik Tara, salah satu rumpun Suku Kaili. Jika  [ ... ]


Kabar PaluKOTA PALU DIGUNCANG DUA KALI GEMPA 4,7 SKALA RICHTER, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

  PALU. (08/09/2010) - Kota Palu Sulawesi Tengah, Rabu dinihari diguncang dua kali gempa yang cukup mengagetkan warga.  


Kabar BanggaiKELUARGA KORBAN TAHANAN MENINGGAL LAPOR KE MENKUMHAM

Luwuk, 19/8 - Keluarga korban tahanan kasus pencurian sapi di Lapas Luwuk yang diduga meninggal dunia secara tidak wajar pada 30 Juli 2010,  melaporkan kasus Kantor Kementerian Hukum dan HAM pada K [ ... ]


Kabar TounaGARA-GARA MENGHINA BUPATI DIVONIS 2 BULAN

Ampana, 16/8 – Gara-gara menghina Bupati Tojounauna seorang warga Desa Sabulira Toba di vonis 2 bulan penjara oleh  Pengadilan Negeri (PN) Poso karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana peng [ ... ]


Kabar ParimoREGU PENYELAMAT CARI KORBAN BANJIR DI KASIMBAR

PALU, (21/8) - Dua warga korban banjir bandang yang menerjang Dusun Sinotu, Desa Silampayang, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (20/8), hingga kini masih dalam pen [ ... ]


Kabar TolitoliANEKA MENU BUKA PUASA DI TENDA RAMADHAN PASAR SUSUMBOLAN

Tolitoli, 20/8 – Aneka menu siap saji untuk buka puasa di Tolitoli bisa diperoleh dengan mendatangi tenda ramadhan yang terletak di Pasar Susumbolan yang mulai digelar para pedagang sejak pukul 15.0 [ ... ]


Kabar Poso20 SENPI RAKITAN SISA KERUSUHAN POSO DISITA

PALU, (20/8) - Sebanyak 20 pucuk senjata api (senpi) rakitan sisa kerusuhan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa tahun lalu, disita aparat Polres setempat. 


Kabar SigiCEKCOK, SUAMI TEGA HABISI ISTRI

PALU, (7/9)  Seorang warga Desa Bulubete, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi tega menghabisi nyawa istrinya  sekitar pukul 20:30, Minggu (5/9). Usai menghabisi nyawa istrinya sang suami mencoba  [ ... ]


User:  Pass:        Hilang Password? Username?   |   Register
Jakarta (20/7) – Badan Legislasi (Baleg) DPRD Sulawesi Tengah yang tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah Penanaman Modal melakukan konsultasi KE Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat,... Portal berita Palu >> PALU, (11/7) – Sejumlah narapidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Petobo Palu, dipastikan akan mengikuti sebuah pelatihan. Menariknya, pelatihan itu menyangkut bagaimana... Portal berita Palu >> PALU  (4/8) –   Hari ini 227.908 wajib pilih di  Palu – Sulawesi Tengah berduyun-duyun menuju TPS untuk menyalurkan hak politiknya pada pemilihan walikota/wakilwalikota Palu periode 2010 –... Portal berita Palu >> PALU, 19/6 – Kesiapan awak redaksi portal Berita Palu untuk segera hadir ke hadapan pembaca sudah mencapai final. Setelah hari ini digelar workshop, launching portal beritapalu.com tinggal... Portal berita Palu >> PALU, (26/8)- Damsik Ladjalani-Djamal Djuraejo, dan Piet Inkiriwang - T Syamsuri masing-masing sebagai sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Tojo Unauna dan Kabupaten Poso Poso, akan... Portal berita Palu >> PARIGI (18/7) - Aparat Kepolisian Sektor Parigi (Polsek) Parigi, Kabupaten Parimo – Sulawesi Tengah, menggerebek tempat produksi minuman keras jenis Cap Tikus di DesaLemusa Kecamatan Parigi... Portal berita Palu >> PALU, (25/6) - Rugaiyah Alhabsyie, disebut-sebut menjadi kandidat kuat menggantikan Almarhum Kamal DP menjadi pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD Sulteng dari Partai Bulan Bintang (PBB).... Portal berita Palu >> PALU (17/8) – Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Ahmad Yahya merasa di atas angin. Ia yakin akan diusung oleh Partai Demokrat sebagai satu-satunya calon gubernur yang diusung pada Pilkada nanti. Portal berita Palu >> PALU, (27/6) – Pada tahun 2011 mendatang, Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulawesi Tengah bakal merekrut tenaga konselor yang akan diturunkan ke seluruh desa dan kecamatan. Portal berita Palu >> PALU, (1/7) - Seorang warga Kota Palu,  Rosida (27) menyatakan keberatan karena fotonya dimuat bersama perempuan-perempuan lainnya di halaman iklan beberapa media massa lokal, sebagai pendukung... Portal berita Palu >>
script saya
Redaksi: Jalan Rajawali No. 28 Palu - Sulawesi Tengah, Telp: 0451-458347, Email: redaksi@beritapalu.com, iklan@beritapalu.com

Hak Cipta@2010 www.beritapalu.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengkopi semua isi Portal Berita Palu tanpa izin dari redaksi.